Selasa, 07 Oktober 2008

Produk Gagal Mie Banjar

Lebaran kali ini, 1429 H, keluarga gw dapat sebuah bingkisan dengan pita berwarna kuning dan dibungkus dengan kertas bercorak sapi lagi diperah. Silahkan cari bingkisan tersebut di Carrefour terdekat di kota anda. (???).

Setelah membuka bingkisan tersebut, ternyata isinya adalah mie khas dari Kalimantan, yaitu Mie Banjar. Jadi kemungkinan besar, lebih tepatnya, bingkisan tersebut tidak dihiasi dengan gambar sapi lagi diperah melainkan bertuliskan PT. Indofood dengan cetakan tebal. Tampak bodoh memang jika ada yang mencoba membayangkan bingkisan dengan pita kuning tersebut..haha.

Lantas, di hari ketiga Lebaran, di malam harinya gw merasa lapar. Ketupat dan lontong telah habis (sori, buatan emak gw emang yahuud dah). Dan tiba-tiba, krriiiing... SMS dari Yussi datang menanyakan gw liburan kemana. Begitu juga dengan testimonial dari Karra yang asik nanya-nanya tentang matkul algo (semoga engkau bertahan nak, :P). Tapi yang jelas bukan mereka yang membuat gw harus ber-eksperimen dengan mie ini. Ya karena gw lapar lah...odonk deh!

So, gw pun mulai masuk ke dapur. Mengambil 2 bungkus mie, 2 telur, seeee.....[gimana sih cara ngomongnya??], ya pokoknya aer buat rebus mie nya lah. Singkat kata, mie rebus pun telah selesai. Berikutnya adalah mengaduk bumbu nya dengan campuran telur. Kemudian, masukkan mie tersebut [pisahkan dengan airnya]. Kemudian kocok hingga bumbu dan telur merata ke mie nya. Kemudian, minyak goreng dan penggorengannya pun gw siapkan. Yups, gw mau bikin martabak mie.

Setelah minyak panas, langsung gw masukkan mie nya ke penggorengan. 1 menit sms-an dengan Yussi, 1 menit liatin kompor. 1 menit bales testi Karra, 1 menit lagi bales sms Yussi, kemudian menit berikutnya kembali ke dapur ngeliatin masakan. Ya walaupun hasilnya gosong sedikit di salah satu sisi, tapi secara keseluruhan martabak mie dari Mie Banjar telah berhasil gw buat malam itu. Dan saatnya untuk merasakan seperti apa rasanya jika Mie Banjar dibuat menjadi martabak mie.

Pada kunyahan ke 15, rasa eneg udah mulai menghampiri. Rasa segar mie tersebut tidak lagi terasa. Dan pada kunyahan-kunyahan berikutnya, astaga... That was a freakin' fuckin weird food stuff i've never eat before. Gila! Benar-benar aneh rasanya. Apalagi kalau dimakan dengan sambal. Beuh, makin aneh. Rasa segar mie tersebut benar-benar hilang.


Parah mampus. Kini gw tau kalo Mie Banjar cuma enak jika direbus karena wangi dan rasa segarnya ada di kuahnya. So, kesimpulannya adalah...akhirnya produk martabak mie gw ada juga yang gagal total...hahahahahaha.

0 komentar: